Pertanyaan dari Orang Jepang : Besok atau Lusa ?

Bulan ramadan tahun ini sudah hampir berakhir, entah hari ini atau besok, kita kembali akan merayakan hari kemenangan Idhul Fitri. Bagi saya pribadi, besok atau lusa tidak menjadi masalah. Hal ini justru menjadi masalah karena ketetapan besok atau lusa justru ditunggu oleh 2 orang teman saya yang asli Jepang. Yah, sejak beberapa hari lalu, mereka sangat ingin mengetahui dan melihat langsung begaimana perayaan Idhul Fitri Muslim. Setelah selama ini mereka bertanya tentang puasa ramadan, dan tertarik untuk tahu lebih banyak tentang Islam, dan juga akhirnya memutuskan untuk melihat secara langsung prosesi perayaan Idhul Fitri.

Secara pribadi saya merasa senang bisa sedikitpsedikit menjelaskan tentang Islam kepada mereka dan saya tidak menyangka kalau mereka sampai berniat untuk mengambil cuti kerja (karena mereka bekerja sebagai karyawati) setengah hari di hari Idhul Fitri untuk ikut dengan saya yang akan merayakan Idhul Fitri.

Yang menjadi masalah sekarang adalah, untuk mengambil cuti mereka harus minta ijin atasan mereka, paling tidak sehari sebelumnya, artinya kalau ternyata Idhul Fitri jatuh pada tanggal 8 Agustus besok dan KBRI Tokyo juga melaksanakan sholat Ied dan Open House besok, maka hari ini mereka sudah harus mengajukan ijin cuti. Tapi sampai hari ini saya belum bisa memberikan kepastian kepada mereka apakah Idhul Fitri bertepatan dengan tanggal 8 atau 9 Agustus.

Saya ingat dua tahun lalu, penetapan 1 Syawal di Jepang sempat terjadi perubahan mendadak. Sebelumnya KBRI Tokyo mengikuti keputusan pemerintah RI menetapkan 1 Syawal  jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 yang juga diikuti oleh KBRI Tokyo. Pengumuman dibuat tangal 29 Agustus 2011 setelah selesai Isya. Ternyata beberapa jam kemudian, sudah hampir jam 11 malam waktu Jepang, ada perubahan, besoknya tanggal 30 Agustus 2011 sudah masuk 1 Syawal, mengikuti keputusan Asosiasi Muslim Jepang dan Islamic Center Jepang, sehingga mendadak lebaran. Untungnya  berita itu bisa cepat  tersebar, salah satunya melalui media sosial dan milis-milis komunitas muslim Indonesia di Jepang.

Kembali ke cerita mengenai kedua teman saya tadi, saya sudah menjelaskan bahwa penentuan bulan baru dalam kalender hijriah (Islamic Calender) berdasarkan peredaran bulan dan ada dua cara yang biasa dilakukan yaitu dengan mengamati apakah sudah muncul bulan baru (rukyat) dan ada yang menggunakan metode perhitungan astronomi (hisab). Dan biasanya dua metode ini menghasilkan keputusan yang berbeda. Jadi bisa jadi nanti akan ada 2 hari Idhul Fitri, seperti telah terjadi untuk awal ramadan tahun ini, mulai di hari yang berbeda, ada yang versi pemerintah dan ada yang versi organisasi Islam di Indonesia.Pemerintah menggunakan metoda rukyat sehingga awal bulan diketahui paling cepat dua hari sebelumnya atau paling sering sehari sebelumnya, sementara beberapa organisasi Islam di Indonesia menggunakan metode hisab, yang menggunakan perhitungan astronomi sehingga sudah bisa menetapkan jauh hari sebelumnya. Bahkan  salah satu organisasi Islam di Indonesia, sejak beberapa waktu lalu  sudah menetapkan  1 Syawal tahun ini jatuh pada tanggal 8 Agustus, tanpa menunggu hasil rukyat dan keputusan pemerintah RI.Mudah-mudahan ini tidak menjadi hal yang aneh di mata mereka, kenapa kok menentukan hal seperti itu masih sering terjadi perbedaan.

Kembali ke perbedaan penentuan 1 Syawal, saya jadi berpikir apakah tidak bisa dibuat sebuah kesepekatan bersama yang memuat penanggalan Islam lebih praktis dan bisa digunakan untuk membuat perencananna jauh hari sebelumnya. Mungkin karena selama ini kita lebih fleksibel dalam hal jadwal jadi meleset 1 atau 2 hari tidak punya efek yang besar, tapi bagi masyarakat Jepang yang sudah punya kebiasaan membuat jadwal jauh hari sebelumnya dengan tingkat akurasi yang tinggi, akan merasa aneh dengan penentuan tanggal yang baru bisa ditetapkan sheari sebelumnya, apakah sudah masuk bulan baru atau bukan.

Selama ini saya sering mengikuti adu argumen antara kelompok hisab dan kelompok rukyat, dan masing-masing punya dasar argumentasi yang sama-sama berdasarkan Al Qur’an. Memang yang berebda adalah penafsiran dari ayat-ayat yang digunakan.

Tapi sebagai orang awam yang bukan ahli fikih dan tidak pernah mendalami ilmu agama secara khusus di sekolah agama, saya punya pikiran yang praktis mungkin akan oleh sebagian orang akan dianggap menggampangkan masalah.Menurut saya, selama ini juga waktu sholat yang jadi patokan saya di Jepang adalah kalender Islamic Finder, yang perhitungannya menggunakan metode hisab. Selama setahun menggunakan jadwal tersebut dan kalau mau konsisten seharusnya dalam menentukan 1 Syawal saya juga harus berpatokan ke jadwal itu hehehe.

Kembali ke metoda hisab dan pikiran praktis dan awam yang saya miliki, menurut saya perhitungan astronomi sudah sangat canggih, jangankan menghitung peredaran bulan dan bumi mengelilingi matahari yang siklusnya setiap satu tahun, bahkan peredaran benda-benda langit yang siklusnya sampai berpuluh-puluh tahun bisa dihitung dengan tepat. Saya ingat ada komet yang melintasi bumi sudah diperhitungkan beberapa  tahun sebelumnya, dan terbukti komet tersebut muncul pada saat seperti yang diprediksi beberapa tahun sebelumnya. Padahal itu bedna langit yang frekuensi kemunculannya sangat-sangat rendah dan atau siklus peredarannya dalam orde puluhan tahun. Yang memiliki siklus edar puluhan tahun saja bisa diprediksi dengan presisi di mana posisinya, apalagi yang siklus peredarannya hanya dalam orde bulan atau tahun. Peredaran itu mengikuti pola dan hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah, yang disebut sunatullah, sebagai mana hukum-hukum fisika, merupakan sunatullah yang dibelakang hari baru bisa dirumuskan oleh para ahli fisika, padahal itu fenomena yang sudah sejak dunia diciptakan oleh Allah, hanya baru bisa dirumuskan kemudian. Dalam Alquran juga telah disebut bahwa peredaran benda-benda langit mengikuti waktu yang telah ditentukan

”Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar, Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing2 berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dialah Yang Maha perkasa lagi Maha Pengampun “(QS. az-Zumar:5)

 

1375851523717409828

sumber : http://www.nu.or.id

 

Seperti halnya hukum-hukum fisika yang bersifat sunatullah yang sudah diformulasikan dan telah banyak d imanfaatkan oleh manusia untuk  kemudahan misalnya dalam perangkat-perangkat teknologi, menurut saya waktu yang telah ditentukan dalam ayat itu juga mengikuti hukum fisika yang bisa dihitung, dan bersifat sunatullah. Ada polanya dan itu yang bisa dipelajari oleh manusia. Kemajuan teknologi pun sudah mencapai tingkat kepresisian sampai dengan skala nano.

“Allah menginginkan bagi kalian kemudahan dan tidak mengiginkan bagi kalian kesulitan.” (QS. Al Baqoroh/2: 185)

Tapi itu pendapat awam saya saja. Dan saya tahu ada sebagian yang berprinsip melihat itu lebih membuat yakin, sehingga harus secara empiris harus bisa dibuktikan dengan panca indra,namanya ainul yakin. Ada juga yang yakin berdasarkan ilmu pengetahuan yang dipelajari, namanya ilmal yakin, dan ada juga yang tidak pernah bisa terindera, tidak bisa diterima secara ilmu pengetahuan dan logika karena transenden, tapi tetap percaya secara haqqul yakin.

Kembali ke curhat saya, jadi besok atau lusa nih?.

Saya harus segera menjawab pertanyaan teman-teman saya itu.

 

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.

Semoga Allah menerima amal ibadah Ramadan kita.

Aamiin Yaa Rabb.

 

Selamat Hari Raya Idhul Fitri.

Eid Mubarrak

Maaf Lahir Batin

Posted in Uncategorized | 1 Comment

(Belajar) Mengenakan Yukata dan Bon Odori Summer Dance

Bila tinggal di negara asing akan lebih mengasyikkan dan tidak membosankan bila kita bisa mengeksplore dan menikmati budaya-budaya lokal mereka yang tentunya berbeda dengan budaya asli kita. Mencoba beradaptasi dengan kebudayaan dan kebiasaan mereka bisa juga mengatasi perasaan home sick yang sering dialami oleh kebanyakan orang yang tinggal di rantau.

Hampir di setiap negara biasanya ada perkumpulan yang bertujuan sebagai wadah pertemanan bagi sesama warga asing dan sebagai tempat untuk belajar dan mengenal budaya lokal yang diberikan oleh penduduk asli. Di Tokyo, ada organisasi yang bernama Chiyoda Friendship yang secara rutin sebulan sekali mengadakan event-event untuk memperkenalkan budaya dan tradisi Jepang kepada  pendatang di Jepang .Chiyoda Friendship ini dikelola oleh volunteer orang Jepang asli.

Salah satu event yang diadakan oleh Chiyoda Friendship ini adalah Yukata and Bon Dance : Experience Japanase Summer. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Jepang, d musim panas (summer) mereka menggunakan Yukata. Yukata adalah pakaian tradisional Jepang yan digunakan pada waktu summer karea cocok digunakan dalam cuaca panas.Di waktu summer, di tempat-tempat umum dan di jalan banyak orang menggunakan Yukata. Biasanya dipakai untuk menghadiri matsuri/festival, seperti festival kembang api (hanabi matsuri) atau merayakan Bon Odori sambil menari Bon Odori Dance.

Saya dan teman-teman Indonesia beberapa waktu lalu pernah mengikuti acara Yukata and Bon Odori Danceyang diselenggarakan oleh Chiyoda Friendsip. Belajar menggunakan Yukata, belajar gerakan Bon Odori Summer Dance, Tokyo Ondo dan Tanko Bushi dan ikut bergabung dengan komunitas yang sedang merayakan Bon Odori dan ikut menari bersama mereka. Pengalaman yang menyenangkan, bisa ikut menari dengan bersama dengan menggunakan yukata.

Berikut foto-foto dokumentasi selama mengikuti acara tersebut

 

1374048608160417232
Belajar Menari

 

 

13740486491312620972
Belajar Menari 2

 

 

13740486831519258241
Belajar Menari 3

 

 

13740487151719630087
Guru (sensei) Menari

 

 

1374048757178386807
Murid-Murid Memperhatikan Guru

 

 

13740506072010564328
Memperhatikan sensei

 

 

13740488021025435372
Gaikokujin (Orang Asing)

 

 

13740488401635971479
Indonesia jin (Orang Indonesia)

 

 

13740500191657847985
Indonesiajin dan Nihonjin

 

 

13740745361352687882
Lokasi Perayaan Bon Odori

 

 

1374048877452565698
Panggung Taiko (gendang)

 

 

13740489111774747735
Penari asli

 

 

13740489561415108516
Ikut Menari

 

 

13740489891908108818
Ikut Menari

 

 

1374049022360044434
Ikut Menari

 

13740742191013799614

Sebagian foto dari koleksi pribadi dan sebagian diambil dari website http://fchiyoda.org/

Posted in Uncategorized | 3 Comments

Wisata Sungai Sumida Tokyo

Kalau di Amsterdam kita bisa menikmati wisata kanal menggunakan water bus yang banyak tersedia di kanal-kanal kota Amsterdam, di Tokyo, kita juga bisa menikmati wisata sungai menggunakan kapal water bus sepanjang sungai Sumida. Sungai Sumida ini bermuara di Teluk Tokyo, dan wisata sungai menggunakan kapal water bus bisa dimulai dari Asakusa, salah satu tempat yang menjadi tujuan turis di kota Tokyo.

Sudah lama saya punya keinginan untuk menikmati water bus dari Asakusa menuju ke Odaiba, sebuah pulau buatan di teluk Tokyo lalu pulangnya saya ingin berjalan kaki di atas jembatan Rainbow (Rainbow Bridge) sepanjang 798 m yang membentang di atasTokyo Bay menghubungkan Odaiba dengan daratan Tokyo Odaiba dulu adalah tempat pembuangan sampah yang disulap menjadi sebuah pulau kota yang memiliki banyak museum dan tempat wisata modern termasuk patung Liberty tiruan patung Liberty yang ada di New York.

Untuk mencapai Odaiba dari daratan Tokyo bisa menggunakan jalur transportasi darat ( monorail atau kendaran pribadi melewati jembatan rainbow) , terowongan bawah laut (kereta bawah tanah) atau menggunakan water bus. Keinginan saya untuk menikmati wisata air sungai Sumida akhirnya kesampaian ketika teman dari Fukuoaka, Kyushu main ke Tokyo selama 3 hari dan minta ditemani untuk muter-muter Tokyo. Salah satu yang saya usulkan adalah ke Asakusa dansetelah itu menikmati water bus ke Odaiba,dan kembali ke menikmati jalan di atas jembatan Rainbow, selain tentunya keland mark terbaru di Tokyo yang mulai dibuka tahun lalu, Tokyo Sky Tree.

Berikut ini adalah foto-foto hasil wisata sungai Sumida, Odaiba dan Jembatan Rainbow.

137383171518913691

Foto dari kapal water bus : Di Asakusa Port terlihat Tokyo Sky Tree yang tinggi menjulang

13738318461806041973

Di dalam water bus

13738318931669543854

Nampang di atas water bus dengan latar belakang Odaiba

13738320111774126620

Berpapasan dengan Kapal Tradisional

13738321341223266989

Daratan Tokyo dilihat dari atas kapal

1373832207810631579

Jembatan Rainbow

1373832243788896431

Daratan Tokyo di kejauhan, terlihat Tokyo Tower tinggi menjulang

1373832339401268013

Jembatan Rainbow

1373832377755270764

Pantai Odaiba, terlihat Gedung Fuji TV dengan observation deck berbentuk bola

13738324551862209293

Jembatan Rainbow

13738325131332090770

Ada tiruan patung Liberty

1373832559739689557

Gundam

IMGP2997a

Gundam

13738325902128159505

Pemandangan dari observation deck gedung Fuji TV

1373832646451474352

Siluet

13738327001602455303

Jembatan Rainbow di petang hari

IMGP3005a

 

Gundam

 

 

1373832754464650716

Pemandangan daratan Tokyo dari atas jembatan rainbow di malam hari

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ustad Fadlan Garamatan, Da’i Dari Tanah Papua

Di awal Ramadhan ini, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komisariat Tokyo Institute of Technology  (TITECH) mendatangkan da’i dari Indonesia untuk selama beberapa hari memberikan tausiah dalam pengajian PPI kultum menjelang buka puasa dan taraweh di mushola  TITECH. Saya baru sempat mengikuti tausiah Ustad Fadlan kemarin pas sholat Jumat di mushola TITECH dan dilanjutkan pengajian menjelang magrib, sebelum berbuka puasa.

Terus terang saya belum pernah mendengar nama Ustad Fadlan sebelumnya, tapi setelah mendengar ceramahnya kemarin saya jadi tertarik untuk mencari informasi lebih mengenai beliau. Sebagai seorang da`i di daerah yang relatif masih ketinggalan dibandingkan daerah lain di Indonesia, kisah dakwah Ustad Fadlan sangat menarik dan menginspirasi. Saat ini banyak suku-suku di Papua sudah mengenal Islam dan akhirnya meninggalkan budaya “primitif” mereka setelah mengenal Islam.

Sangat menarik mendengar cerita Ustad Fadlan yang mengalami banyak tantanganketika mendekati para suku-suku dan kabilah-kabilah di Papua. Tapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menyebarkan ajaran Islam di Papua. Pernah kena tombak dan panah beracun oleh suku-suku pedalaman Papua, tapi diujungnya berbuah manis, karena yang awalnya memusuhinya, menurut Pak Ustad karena belum kenal, akhirnya ketua suku dan pengikut-pengikutnya banyak yang menerima ajaranIslam lalu mengucapkan kalimat syahadat.

Motivasi Ustad Fadlan menjadi da’i di Papua karena tergerak melihat keadaan suku-suku di sana yang masih bisa dibilang primitif,tidak berpakaian, sangat jarang mandi dan kalau pun mandi tidak menggunakan sabun. Ini lah yang pertama kali menjadi jalan masuk Ustad Fadlan untuk mendekati para suku-suku tersebut. Diajarkan hal-hal mengenai kebersihan, diajakan cara mandi yang baik dan juga diajarkan cara memuat sabun dari bahan baku yang tesedia di sana. Lalu perlahan-lahan mereka mulai merasakan manfaat cara hidup yang bersih dan pada akhirnya juga ikut memeluk Islam.

Latar belakang pendidikanUstad Fadlan yang asli Fak-Fak bukan pendidikan tarbiyah atau syariah dan bukan juga dari pesantren. Beliau adalah Master Ekonomi lulusan S1 dan S2 dari Fakultas Ekonomi Unhas. Tapi semangat dakwah beliau tidak kalah dibandingkan dengan ustad jebolan pesantren dan fakultas Dirosah PT. Apalagi alau dibandingkan dengan ustad selebriti yang tipa hari ceramah di TV,menceramahi orang yang notabene sudah beragama Islam, tentunya tantangan menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat yang masih menganut kepercayaan nenek moyang akan lebih berat, baik secara fisik mau pun mental.

Papua memang merupakan daerah yang sangat potensial untuk menyebarkan ajaran Islam, karena kebanyakan penduduknya masih menganut kepercayaan nenek moyang turun temurun. Saya ingat kisah tentang penjual sepatu yang ditempatkan di daerah yang semua penduduknya tidak bersepatu atau tidak mengenal budaya bersepatu. Penjual sepatu yang satu pesimis, menurutnya di daerah ini sepatu tidak akan laku karena budaya orang di daerah ini tidak mengenal sepatudan pasti tidak butuh sepatu. Sementara seorang penjual sepatu yang lain melihat dengan optimis, bahwa justru ini daerah potensial, karena belum ada yang bersepatu, semua bisa menjadi calon pemakai septu yang potensial, asal bisa diberikan pengertian tentang manfaat sepatu danmerubah mindset mereka dari budaya lama ke budaya baru yang tentunya lebih positif. Begitu pula yang dilakukan oleh Ustad Fadlan, merubah budaya lama penduduk Papua dengan budaya baru yang lebih manusiawi.

Untuk informsi lebih banyak tentang Ustad Fadlan, bisa baca di sini

http://www.syahidah.web.id/2012/06/mari-kita-kenalan-dengan-ustadz-fadzlan.html

http://www.cintaquran.com/ust-fadlan-garamatan-inspirasi-quran-dari-bumi-papua

https://id-id.facebook.com/note.php?note_id=479074221041&id=301729376267

http://www.youtube.com/watch?v=vvvdcSXFq6E

https://twitter.com/fadlannuuwaar

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Puasa Tahun Ini Lebih Panjang/Pendek Dibanding Puasa Tahun Lalu

Sembilan bulan lalu, ketika harus back for good ke Indonesia, memang terbersit keinginan untuk bisa kembali lagi mengunjungi negara ini, entah untuk liburan atau untuk keperluan tugas kantor. Tapi tidak terbayang kalau haus kembali ke Jepang di saat Ramadan, apalagi di musim panas (natsu). Karena selain panas yang sangat menyengat karena kelembaban tinggi sehingga berasa seperti di dalam kukusan (serasa mandi sauna/onsen) , puasa di musim panas jelas lebih panjang jarak antara Fajr sampai Maghrib. Ternyata keinginan untuk kembali ke Jepang terwujud karena ada program yang harus saya ikuti selama 3 bulan dari bulan Juni sampai September 2013, yang berarti harus merasakan ramadan di Jepang, untuk ke-5 kalinya.

Tahun ini tanggal 1 ramadan bertepatan dengan tanggal 10 Juli 2013, yang artinya mendekati puncaknya musim panas untuk daerah yang berada di sebelah utara katulistiwa/ekuator, dan sebaliknya mendekati puncak musim dingin di daerah yang berada di sebelah selatan ekuator. Sesuai peredaran bumi mengelilingi matahari, untuk daerah yang mengalami 4 musim dan berada di sebelah utara ekuator , tanggal 21 Juni adalah waktu puncak musim panas, karena pada saat itu, jarak waktu antara fajr ke magrib (waktu siang)  paling panjang dan waktu malam paling singkat.Lalu berangsur menurun sampai pada tanggal 23 September, waktu malam dan siang sama panjang, yang kalau di Jepang dirayakan sebagai hari libur nasional, yang dikenal dengan nama autum equinox day. Setelah tanggal 23 September, kembali panjang malam bertambah sedangkan panjang siang berkurang, sampai pada tangal 23 Desember, waktu malam akan mencapai paling panjang dan waktu siang paling singkat. Lalu setelah tanggal 21 Desember, kembali waktu malam berkurang dan waktu siang akan bertambah, sampai pada tanggal 20 Maret, panjang siang dan malam kembali sama.  Tanggal 20 Maret ini juga menjadi hari libur di Jepang, dikenal sebagai Spring Equinox Day.

Karena perbedaan jumlah hari dalam tahun Masehi dan tahun Hijriah, maka setiap tahun bulan ramadan akan lebih cepat sepuluh hari dari tahun sebelumnya bila menggunakan penanggalan Masehi. Jadi 2 tahun depan, ramadan akan dimulai pada sekitar tangal 21 Juni, yang berarti bertepatan dengan puncaknya musim panas, karena pada tanggal tersebut adalah saat dimana waktu siang terpanjang dan waktu malam terpendek.

Posisi Jepang yang tidak terlalu jauh dari katulistiwa/ekuator  menyebabkan, pada saat siang terpanjang, dihitung dari Fajr ke Magrib hanya kurang lebih 17 jam. Sementara dibandingkan dengan negara-negara yang lebih ke utara atau ke selatan dari katulistiwa, jarak Fajr ke Magrib bisa mencapai kurang lebih 20 jam, artinya puasanya lebih panjang, 20 jam puasa dan hanya 4 jam waktu berbuka, contohnya di kota Moskow.

Karena ramadan tahun ini mulai tanggal 10 Juli yang relatif lebih dekat dengan tgl 21 Juni, puasa akan lebih panjang dibanding tahun lalu yang dimulai tanggal 20 Juli 2012. Dan dua tahun depan, akan menjadi puasa terpanjang karena ramadan dimulai betepatan dengan puncak musim panas.

Tentunya berbeda dengan daerah di sebelah selatan ekuator, puasa tahun ini lebih pendek dibanding tahun lalu, dan dua tahun depan puasa akan dimulai bertepatan dengan puncaknya musim dingin, dan akan menjadi puasa terpendek.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dari Makassar ke Tokyo, Mampir Dinner di Jimbaran

Akhirnya setelah 9 bulan meninggalkan Jepang, saya mendapatkan kesempatan lagi mengunjungi Jepang untuk mengikuti program riset selama 3 bulan, dari Juni sampai dengan September 2013. Karena saya memilih menggunakan Garuda Indonesia dalam penerbangan ke Tokyo, ada 2 alternatif rute dari Makassar lewat  Jakarta atau di Denpasar. Tentu saja saya memilih lewat Denpasar. Walau pun sudah beberapa kali ke Bali, tapi tetap saja ingin ke Bali lagi ke Bali lagi.

Saya sengaja memilih penerbangan Garuda paling pagi dari Makassar ke Denpasar agar memiliki waktu cukup lama untuk jalan-jalan di Bali dan janjian ketemuan dengan teman-teman di Denpasar. Dan tentunya tujuan utama adalah untuk kembali menikmati suasana matahari terbenam di pantai Kuta atau Jimbaran. Pesawat Garuda pagi dari Makassar sejam kemudian mendarat di Denpasar. Karena bagasi sudah check in sampai Narita, saya bisa leluasa hanya membawa backpack keluar dari Bandara menuju tempat transit sementara, sebuah penginapana tepat di sebelah Bandara Ngurah Rai, check in untuk 12 jam  sampai jam 10 malam, karena pesawat ke Tokyo berangkat jam 00 : 30 WITA.Setelah menyimpan backpack, langsung jalan sendiri ke toko souvenir Kreshna di jalan Tuban membeli beberapa souvenir untuk diberikan kepada professor yang akan saya kunjungi di Tokyo dan sekretarisnya.

Siang merasa lapar singgah makan di warung Jawa Timur lalu kembali ke penginapan karena panas sekali siang itu. Janji ketemu teman jam 5 sore di Jimbaran untuk melihat sunset sekaligus dilanjutkan makan malam, sehingga saya masih punya waktu untuk siesta  (tidur siangsekitar 2- 3 jasampai jam 4 sore.

Bangun tidur siang langsung mandi dan siap-siap ke Jimbaran. Kata teman saya, ketemu di Menega Cafe, dekat hotel Four Season Jimbaran.  Naik taksi menuju Menega cafe sekitar 30 menit karena macet, akhirnya tiba di Menega Cafe, ternyata teman saya yang tinggal di Ubud  terjebak macet di daerah By Pass, dan saya harus menunggu sekitar 30 menit sebelum mereka tiba di Menega Cafe.

Sambil menunggu mereka, saya mencoba mengambil foto pemandangan menjelang sunset di pantai Jimbaran

13727470031727282686

137274702870521579

13727470561059678082

13727470801129762884

13727471092109841194

13727471391263872885

13727471751233086283

Seperti kata teman saya, Menega Cafe adalah restoran yang paling ramai dikunjungi di antara sekian banyak restoran seaffod di situ, selain karena enak juga harganya relatif lebih murah. Karena ramainya, semua meja sudah reserved, sehingga kami harus antri menunggu ada meja kosong.

Akhirnya kesampain juga merasakan kembali dinner di Jimbaran dengan menu seafood yang maknyusss, ikan bakar, udang bakar, cumi grill, dan kerang. Jam 9 malam dinatar ke penginapan oleh teman, lalu mandi dan ganti baju, terus lanjut ke Bandara Ngurah Rai untuk check in menuju Bandara Narita, Jepang.

Rasanya gak pernah bosan mengunjungi Bali, dan untuk kepulangan bulan September nanti, saya juga sudah memilih rute kembali menggunakan Garuda Indonesia, lewat Denpasar, untuk stop over selama 2 hari di Denpasar sebelum nanti lanjut balik ke Makassar.

Posted in Uncategorized | 6 Comments

Pengalaman Saya Menjadi Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Sekarang di Indonesia sedang dilaksanakan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk penduduk yang berada dalam kelompok berpendapatan rendah, sebagai bentuk kompensasi atas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang muali berlaku sejak tanggal 22 Juni 2013.

Pemberian Direct Cash Transfer atau BLT ini bukan hanya dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Di beberapa negara maju pun pernah melakukan kebijakan BLT ini, contohnya di Jepang. Pada tahun 2009 lalu, Pemerintah Jepang membuat kebijakan untuk memberikan bantuan langsung uang tunai yang dalam bahasa Jepang disebutteigaku-kyuufu-kin

13723803731523702578

sumber : http://www.otakku.com

Berbeda dengan di Indonesia, yang berhak menerima BLT di Jepang ini bukan hanya penduduk miskin dan Warga Negara Jepang tetapi semua penduduk baik yang warga negara Jepang mau pun warga negara asing yang resmi terdaftar sebagai penduduk (resident) di Jepang. Besarnya bantuan uang tunai yang diberikan adalah sebesar 20.000 Yen untuk yang bermur  di bawah 18 tahun dan di atas 65 tahun. Sedangkan yang berumur 18-65 tahun diberikan bantuan sebesar 12.000 Yen.

Perbedaan lain antara BLT di Indonesia da di Jepang adalah dalam hal pendistribusian. Karena semua penduduk legal akan tercatat di setiap kantor kota (shiyakusho) dan semua memiliki akun di bank, penerima bantuan tidak harus mengantri karena uang bantuan akan langsung ditransfer ke rekening. Selan tidak antri, sistem seperti ini juga menghindari bantuan tidak sampai ke penerima yang berhak dan menghindari pungutan/potongan uang bantuan bila penyerahan uang bantuan diberikan secara tunai.

Saat program BLT di Jepang dilakukan oleh pemerintah Jepang pada tahun 2009 tersebut, kebetulan saya sudah terdaftar sebagai penduduk legal selama 6 bulan dan telah memiliki Alien Registration Card – yang sejak tahun lalu menjadi Resident Card – sehingga saya berhak mendapatkan bantuan tunai sebesar 12.000 Yen.

Tujuan pemerintah Jepang memberikan BLT kepada penduduknya adalah untuk meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat yang saat itu sedang rendah karena krisis ekonomi. Tapi setelah dilakukan survey setelah program itu dilaksanakan, ternyata pada umumnya penerima bantuan tidak menggunakan bantuan tersebut untuk berbelanja, sehingga tujuan untuk meningkatkan tingkat konsumsi tidak tercapai seperti yang diharapkan.

Berbeda dengan BLT di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sebagai akibat dari kenaikan harga barang karena naiknya harga BBM. Menurut teorinya uang BLT di Indonesia diambil dari pengurangan biaya subsidi BBM karena harga BBM dinaikkan, tetapi ternyata , dalam APBN 2013, walau pun harga BBMsudah dinaikkan, tetap pos anggaran untuk subsidi BBM malah naik dari tahun sebelumnya. Sebuah fakta yang sangat aneh.

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/27/saya-pernah-menjadi-penerima-bantuan-langsung-tunai-blt-568824.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment